Penilaian menggunakan Standard Deviasi

Hai Hai,,
Riaz mau membahasi tentang Penilaian menggunakan Standart Deviasi. Sebelumnya “Apa sih Standart Deviasi itu? “ >> Standar deviasi adalah nilai statistik yang digunakan untuk menentukan bagaimana sebaran data dalam sampel, dan seberapa dekat titik data individu ke mean – atau rata-rata – nilai sampel. Sebuah standar deviasi dari kumpulan data sama dengan nol menunjukkan bahwa semua nilai-nilai dalam himpunan tersebut adalah sama. Sebuah nilai deviasi yang lebih besar akan memberikan makna bahwa titik data individu jauh dari nilai rata-rata. Pasti ada yang tau ada juga yang tidak tahu Penilaian menggunakan Standart Deviasi itu seperti apa. ^^ 

Standar Deviasi merupakan suatu nilai yang menunjukkan tingkat variasi suatu kelompok data. Standar Deviasi sendiri juga merupakan akar dari Varians.
Rumus:

Penilaian menggunakan Standart Deviasi itu sudah diterapkan di Perguruan Tinggi Raharja, Dimana sebelumnya Pemberian nilai akhir, Komponen nilai akhir beserta bobot untuk setiap komponen telah menjadi ketetapan program studi dimana ini harus disosialisasikan di awal perkuliahan dengan bobot absensi 10%, UTS 30%, UAS 40%, dan tugas 20% Mengalami Perubahan yaitu Penilaian akhir berdasarkan SK adalah 40% UAS, 30% UTS dan 30% Tugas Mandiri + Absen, Peraturan tersebut sudah tertera dalam SK (Surat Keputusan). 

Mulai saat ini Absensi sebagai salah satu bentuk Alat Kontrol untuk dapat mengikuti Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) saja tidak dijadikan sebagai Penilaian.. Dan pada akhirnya keseluruhan bentuk absensi online yang dilakukan, sebagai salah satu bentuk Alat Ukur kedisiplinan mahasiswa di kelas, maka dari itu adanya  penghargaan baru IMM (Index Mutu Mahasiswa), selain dari IPK yang didapatkan mahasiswa. 

 

2084 Total Pengunjung 2 Pengunjung hari ini

Leave a Reply